Negeri Panjat Pinang

December 25, 2009 Leave a comment

Kondisi bangsa kita saat-saat ini sangat mengkhawatirkan kita semua, dari segala aspek bangsa kita mengalami krisis yang multidimensi. Akhir-akhir ini kita selalu disuguhi segala macam berita yang sangat membuat miris hati kita semua, mulai dari penggusuran dimana-mana, pertikaian antar lembaga, kasus century, kelaparan, bencana alam, kemiskinan, ketidakadilan hukum, dan lain sebagainya seolah-olah berita baiknya tidak ada lagi, seolah-olah tak akan titik penyelesaiannya. Apakah ini tanda keputusasaan? entahlah!

Kita sebagai rakyat kebanyakan sesungguhnya sudah sangat jemu dengan kondisi seperti ini, namun apa daya hanya bisa pasrah terhadap kondisi yang terjadi. Rakyat hanya dijejali dagelan-dagelan politik yang dimainkan penguasa, kapan mereka memikirkan kondisi rakyatnya? entahlah! mungkin kita harus bertanya pada rumput yang bergoyang. Namun rumputpun sepertinya tak sudi lagi untuk bergoyang, karena goyangannya sudah diambil para penguasa yang rakus akan kekuasaan seakan tak peduli lagi dengan adanya tuhan yang mengatur alam semesta ini.

Saya mengibaratkan kondisi negeri ini seperti panjat pinang yang selalu kita adakan saat merayakan HUT kemerdekaan negeri kita ini, untuk mendapatkan sesuatu di negeri ini rakyatnya harus pakai pelicin, harus injak-menginjak, tidak perduli yang diinjak itu orang tua, teman atau siapa saja yang penting keinginannya tercapai, layaknya seperti kita panjat pohon pinang saat 17 agustusan, mungkin ini ayat alam yang menggambarkan kondisi di negeri kita namun kita tak pernah sadar, tak pernah belajar dari kesalahan.

Categories: pengetahuan umum

Semua Sama di Mata Allah

December 24, 2009 Leave a comment

Di dalam rukun islam kita sebagai seorang muslim wajib mengimani kepada kitab-kitab Allah, baik taurat, zabur, injil maupun alqur’an. Namun dalam kenyataan dalam keseharian kita seringkali kita menemukan banyak yang mengakunya umat islam sangat antipati terhadap saudara-saudara yang beragama lain. Umat islam mengkaim dirinya adalah paling hebat dan paling sempurna, padahal Allah sendiri menyatakan dalam alqur’an surat (5/69) : “Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang yahudi, shabiin dan orang-orang nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati”. Jadi kenapa umat islam dengan seenaknya memvonis bahwa umat yang lain salah, umat yang lain masuk neraka, saya katakan bahwa pendapat ini keliru seandainya kita mengacu kepada alqur’an surat 5/69. Jadi sikap kita sebagai umat islam adalah beribadahlah dengan maksimal sesuai ajaran islam, bersikap toleran terhadap umat yang lain, buang jauh pemikiran keagaman yang sempit. Seandainya hal itu dilakukan oleh kita bisa dipastikan tak ada lagi yang bertengkar atas nama agama, semoga, amin.

Categories: Pengetahuan Agama

Ilmu Hadist

December 6, 2009 Leave a comment

Pengertian Hadits

Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur’an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an.

Ada banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering dijadikan referensi hadits-haditsnya ada tujuh ulama, yakni Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa’i, dan Imam Ibnu Majah.

Ada bermacam-macam hadits, seperti yang diuraikan di bawah ini.

Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi

Hadits Mutawatir

Hadits Ahad

Hadits Shahih

Hadits Hasan

Hadits Dha’if

Menurut Macam Periwayatannya

Hadits yang bersambung sanadnya (hadits Marfu’ atau Maushul)

Hadits yang terputus sanadnya

Hadits Mu’allaq

Hadits Mursal

Hadits Mudallas

Hadits Munqathi

Hadits Mu’dhol

Hadits-hadits dha’if disebabkan oleh cacat perawi

Hadits Maudhu’

Hadits Matruk

Hadits Mungkar

Hadits Mu’allal

Hadits Mudhthorib

Hadits Maqlub

Hadits Munqalib

Hadits Mudraj

Hadits Syadz

Beberapa pengertian dalam ilmu hadits

Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer

I. Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya Perawi

I.A. Hadits Mutawatir

Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad yang tidak mungkin sepakat untuk berdusta. Berita itu mengenai hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. Dan berita itu diterima dari sejumlah orang yang semacam itu juga. Berdasarkan itu, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu hadits bisa dikatakan sebagai hadits Mutawatir:

Isi hadits itu harus hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera.

Orang yang menceritakannya harus sejumlah orang yang menurut ada kebiasaan, tidak mungkin berdusta. Sifatnya Qath’iy.

Pemberita-pemberita itu terdapat pada semua generasi yang sama.

I.B. Hadits Ahad

Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih tetapi tidak mencapai tingkat mutawatir. Sifatnya atau tingkatannya adalah “zhonniy”. Sebelumnya para ulama membagi hadits Ahad menjadi dua macam, yakni hadits Shahih dan hadits Dha’if. Namun Imam At Turmudzy kemudian membagi hadits Ahad ini menjadi tiga macam, yaitu:

I.B.1. Hadits Shahih

Menurut Ibnu Sholah, hadits shahih ialah hadits yang bersambung sanadnya. Ia diriwayatkan oleh orang yang adil lagi dhobit (kuat ingatannya) hingga akhirnya tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak mu’allal (tidak cacat). Jadi hadits Shahih itu memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :

Kandungan isinya tidak bertentangan dengan Al-Qur’an.

Harus bersambung sanadnya

Diriwayatkan oleh orang / perawi yang adil.

Diriwayatkan oleh orang yang dhobit (kuat ingatannya)

Tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih)

Tidak cacat walaupun tersembunyi.

I.B.2. Hadits Hasan

Ialah hadits yang banyak sumbernya atau jalannya dan dikalangan perawinya tidak ada yang disangka dusta dan tidak syadz.

I.B.3. Hadits Dha’if

Ialah hadits yang tidak bersambung sanadnya dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil dan tidak dhobit, syadz dan cacat.

II. Menurut Macam Periwayatannya

II.A. Hadits yang bersambung sanadnya

Hadits ini adalah hadits yang bersambung sanadnya hingga Nabi Muhammad SAW. Hadits ini disebut hadits Marfu’ atau Maushul.

II.B. Hadits yang terputus sanadnya

II.B.1. Hadits Mu’allaq

Hadits ini disebut juga hadits yang tergantung, yaitu hadits yang permulaan sanadnya dibuang oleh seorang atau lebih hingga akhir sanadnya, yang berarti termasuk hadits dha’if.

II.B.2. Hadits Mursal

Disebut juga hadits yang dikirim yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi’in dari Nabi Muhammad SAW tanpa menyebutkan sahabat tempat menerima hadits itu.

II.B.3. Hadits Mudallas

Disebut juga hadits yang disembunyikan cacatnya. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sanad yang memberikan kesan seolah-olah tidak ada cacatnya, padahal sebenarnya ada, baik dalam sanad ataupun pada gurunya. Jadi hadits Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan sanadnya.

II.B.4. Hadits Munqathi

Disebut juga hadits yang terputus yaitu hadits yang gugur atau hilang seorang atau dua orang perawi selain sahabat dan tabi’in.

II.B.5. Hadits Mu’dhol

Disebut juga hadits yang terputus sanadnya yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi’it dan tabi’in dari Nabi Muhammad SAW atau dari Sahabat tanpa menyebutkan tabi’in yang menjadi sanadnya. Kesemuanya itu dinilai dari ciri hadits Shahih tersebut di atas adalah termasuk hadits-hadits dha’if.

III. Hadits-hadits dha’if disebabkan oleh cacat perawi

III.A. Hadits Maudhu’

Yang berarti yang dilarang, yaitu hadits dalam sanadnya terdapat perawi yang berdusta atau dituduh dusta. Jadi hadits itu adalah hasil karangannya sendiri bahkan tidak pantas disebut hadits.

III.B. Hadits Matruk

Yang berarti hadits yang ditinggalkan, yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi saja sedangkan perawi itu dituduh berdusta.

III.C. Hadits Mungkar

Yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya / jujur.

III.D. Hadits Mu’allal

Artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat yang tersembunyi. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani bahwa hadis Mu’allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya. Hadits ini biasa disebut juga dengan hadits Ma’lul (yang dicacati) atau disebut juga hadits Mu’tal (hadits sakit atau cacat).

III.E. Hadits Mudhthorib

Artinya hadits yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dari beberapa sanad dengan matan (isi) kacau atau tidak sama dan kontradiksi dengan yang dikompromikan.

III.F. Hadits Maqlub

Artinya hadits yang terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang dalamnya tertukar dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik berupa sanad (silsilah) maupun matan (isi).

III.G. Hadits Munqalib

Yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah.

III.H. Hadits Mudraj

Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang didalamnya terdapat tambahan yang bukan hadits, baik keterangan tambahan dari perawi sendiri atau lainnya.

III.I. Hadits Syadz

Hadits yang jarang yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya) yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi (periwayat / pembawa) yang terpercaya pula. Demikian menurut sebagian ulama Hijaz sehingga hadits syadz jarang dihapal ulama hadits. Sedang yang banyak dihapal ulama hadits disebut juga hadits Mahfudz.

IV. Beberapa pengertian (istilah) dalam ilmu hadits

IV.A. Muttafaq ‘Alaih

Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber sahabat yang sama, atau dikenal juga dengan Hadits Bukhari – Muslim.

IV.B. As Sab’ah

As Sab’ah berarti tujuh perawi, yaitu:

Imam Ahmad

Imam Bukhari

Imam Muslim

Imam Abu Daud

Imam Tirmidzi

Imam Nasa’i

Imam Ibnu Majah

IV.C. As Sittah

Yaitu enam perawi yang tersebut pada As Sab’ah, kecuali Imam Ahmad bin Hanbal.

IV.D. Al Khamsah

Yaitu lima perawi yang tersebut pada As Sab’ah, kecuali Imam Bukhari dan Imam Muslim.

IV.E. Al Arba’ah

Yaitu empat perawi yang tersebut pada As Sab’ah, kecuali Imam Ahmad, Imam Bukhari dan Imam Muslim.

IV.F. Ats tsalatsah

Yaitu tiga perawi yang tersebut pada As Sab’ah, kecuali Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim dan Ibnu Majah.

IV.G. Perawi

Yaitu orang yang meriwayatkan hadits.

IV.H. Sanad

Sanad berarti sandaran yaitu jalan matan dari Nabi Muhammad SAW sampai kepada orang yang mengeluarkan (mukhrij) hadits itu atau mudawwin (orang yang menghimpun atau membukukan) hadits. Sanad biasa disebut juga dengan Isnad berarti penyandaran. Pada dasarnya orang atau ulama yang menjadi sanad hadits itu adalah perawi juga.

IV.I. Matan

Matan ialah isi hadits baik berupa sabda Nabi Muhammad SAW, maupun berupa perbuatan Nabi Muhammad SAW yang diceritakan oleh sahabat atau berupa taqrirnya.

V. Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer

Shahih Bukhari

Shahih Muslim

Riyadhus Shalihin

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/hadits

Sanad dan Matan

Sanad atau isnad secara bahasa artinya sandaran, maksudnya adalah jalan yang bersambung sampai kepada matan, rawi-rawi yang meriwayatkan matan hadits dan menyampaikannya. Sanad dimulai dari rawi yang awal (sebelum pencatat hadits) dan berakhir pada orang sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni Sahabat. Misalnya al-Bukhari meriwayatkan satu hadits, maka al-Bukhari dikatakan mukharrij atau mudawwin (yang mengeluarkan hadits atau yang mencatat hadits), rawi yang sebelum al-Bukhari dikatakan awal sanad sedangkan Shahabat yang meriwayatkan hadits itu dikatakan akhir sanad.

Matan secara bahasa artinya kuat, kokoh, keras, maksudnya adalah isi, ucapan atau lafazh-lafazh hadits yang terletak sesudah rawi dari sanad yang akhir.

Para ulama hadits tidak mau menerima hadits yang datang kepada mereka melainkan jika mempunyai sanad, mereka melakukan demikian sejak tersebarnya dusta atas nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dipelopori oleh orang-orang Syi’ah.

Seorang Tabi’in yang bernama Muhammad bin Sirin (wafat tahun 110 H) rahimahullah berkata, “Mereka (yakni para ulama hadits) tadinya tidak menanyakan tentang sanad, tetapi tatkala terjadi fitnah, mereka berkata, ‘Sebutkan kepada kami nama rawi-rawimu, bila dilihat yang menyampaikannya Ahlus Sunnah, maka haditsnya diterima, tetapi bila yang menyampaikannya ahlul bid’ah, maka haditsnya ditolak.’”[2]

Para ulama hadits telah menetapkan kaidah-kaidah dan pokok-pokok pembahasan bagi tiap-tiap sanad dan matan, apakah hadits tersebut dapat diterima atau tidak. Ilmu yang membahas tentang masalah ini ialah ilmu Mushthalah Hadits.

PEMBAGIAN AS-SUNNAH MENURUT SAMPAINYA KEPADA KITA

As-Sunnah yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita dilihat dari segi sampainya dibagi menjadi dua, yaitu mutawatir dan ahad. Hadits mutawatir ialah berita dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disampaikan secara bersamaan oleh orang-orang kepercayaan dengan cara yang mustahil mereka bisa bersepakat untuk berdusta.

Hadits mutawatir mempunyai empat syarat yaitu:

[1]. Rawi-rawinya tsiqat dan mengerti terhadap apa yang dikabarkan dan (menyampaikannya) dengan kalimat pasti.
[2]. Sandaran penyampaian kepada sesuatu yang konkret, seperti penyaksian atau mendengar langsung, seperti:

“sami’tu” = aku mendengar
“sami’na” = kami mendengar
“roaitu” = aku melihat
“roainaa” = kami melihat

[3]. Bilangan (jumlah) mereka banyak, mustahil menurut adat mereka berdusta.
[4]. Bilangan yang banyak ini tetap demikian dari mulai awal sanad, pertengahan sampai akhir sanad, rawi yang meriwayatkannya minimal 10 orang.[4]

[Disalin dari buku Kedudukan As-Sunnah Dalam Syariat Islam, Bab I : As-Sunnah Dan Definisinya, Penulis Yazid Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, PO.Box 264 Bogor 16001, Jawa Barat Indonesia, Cetakan Kedua Jumadil Akhir 1426H/Juli 2005]


Catatan Kaki:

[1] Muqaddimah Shahih Muslim.

[2] Syarah Shahih Muslim, an-Nawawi (1/87).

[3] Taisir Musthalaahil Hadiits, Dr. Mahmud Thah-han (hal. 19-20).

[4] Lihat rinciannya dalam kitab Taisir Musthalaahil Hadiits, Dr. Mahmud Thah-han (hal. 22-31).


Mengenal Ilmu Hadits

Definisi Musthola’ah Hadits

HADITS ialah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan, pernyataan, taqrir, dan sebagainya.

ATSAR ialah sesuatu yang disandarkan kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW.

TAQRIR ialah keadaan Nabi Muhammad SAW yang mendiamkan, tidak mengadakan sanggahan atau menyetujui apa yang telah dilakukan atau diperkatakan oleh para sahabat di hadapan beliau.

SAHABAT ialah orang yang bertemu Rosulullah SAW dengan pertemuan yang wajar sewaktu beliau masih hidup, dalam keadaan islam lagi beriman dan mati dalam keadaan islam.

TABI’IN ialah orang yang menjumpai sahabat, baik perjumpaan itu lama atau sebentar, dan dalam keadaan beriman dan islam, dan mati dalam keadaan islam.

MATAN ialah lafadz hadits yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW, atau disebut juga isi hadits.
Unsur-Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Hadits

Rawi, yaitu orang yang menyampaikan atau menuliskan hadits dalam suatu kitab apa-apa yang pernah didengar dan diterimanya dari seseorang atau gurunya. Perbuatannya menyampaikan hadits tersebut dinamakan merawi atau meriwayatkan hadits dan orangnya disebut perawi hadits.

Sistem Penyusun Hadits Dalam Menyebutkan Nama Rawi

As Sab’ah berarti diriwayatkan oleh tujuh perawi, yaitu :
1. Ahmad
2. Bukhari
3. Turmudzi
4. Nasa’i
5. Muslim
6. Abu Dawud
7. Ibnu Majah

As Sittah berarti diriwayatkan oleh enam perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab’ah) selain Ahmad.

Al Khomsah berarti diriwayatkan oleh lima perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab’ah) selain Bukhari dan Muslim.

Al Arba’ah berarti diriwayatkan oleh empat perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab’a) selain Ahmad, Bukhari dan Muslim.

Ats Tsalasah berarti diriwayatkan oleh tiga perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab’ah) selain Ahmad, Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah.

Asy Syaikhon berarti diriwayatkan oleh dua orang perawi yaitu : Bukhari dan Muslim.

Al Jama’ah berarti diriwayatkan oleh para perawi yang banyak sekali jumlahnya (lebih dari tujuh perawi / As Sab’ah).

Matnu’l Hadits adalah pembicaraan (kalam) atau materi berita yang berakhir pada sanad yang terakhir. Baik pembicaraan itu sabda Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, sahabat ataupun tabi’in. Baik isi pembicaraan itu tentang perbuatan Nabi, maupun perbuatan sahabat yang tidak disanggah oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam .

Sanad atau Thariq adalah jalan yang dapat menghubungkan matnu’l hadits kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam .

Gambaran Sanad

Untuk memahami pengertian sanad, dapat digambarkan sebagai berikut: Sabda Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam  didengar oleh sahabat (seorang atau lebih). Sahabat ini (seorang atau lebih) menyampaikan kepada tabi’in (seorang atau lebih), kemudian tabi’in menyampaikan pula kepada orang-orang dibawah generasi mereka. Demikian seterusnya hingga dicatat oleh imam-imam ahli hadits seperti Muslim, Bukhari, Abu Dawud, dll.

Contoh:
Waktu meriwayatkan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Bukhari berkata hadits ini diucapkan kepada saya oleh A, dan A berkata diucapkan kepada saya oleh B, dan B berkata diucapkan kepada saya oleh C, dan C berkata diucapkan kepada saya oleh D, dan D berkata diucapkan kepada saya oleh Nabi Muhammad.

Awal Sanad dan akhir Sanad

Menurut istilah ahli hadits, sanad itu ada permulaannya (awal) dan ada kesudahannya (akhir). Seperti contoh diatas yang disebut awal sanad adalah A dan akhir sanad adalah D.

Klasifikasi Hadits

Klasifikasi hadits menurut dapat (diterima) atau ditolaknya hadits sebagai hujjah (dasar hukum) adalah:

Hadits Shohih, adalah hadits yang  diriwayatkan oleh rawi yang adil, sempurna ingatan, sanadnya bersambung, tidak ber illat dan tidak janggal. Illat hadits yang dimaksud adalah suatu penyakit yang samar-samar yang dapat menodai keshohihan suatu hadits.

Hadits Makbul adalah hadits-hadits yang mempunyai sifat-sifat yang dapat diterima sebagai Hujjah. Yang termasuk hadits makbul adalah Hadits Shohih dan Hadits Hasan.

Hadits Hasan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Rawi yang adil, tapi tidak begitu kuat ingatannya (hafalan), bersambung sanadnya, dan tidak terdapat illat serta kejanggalan pada matannya. Hadits Hasan termasuk hadits yang Makbul, biasanya dibuat hujjah buat sesuatu hal yang tidak terlalu berat atau terlalu penting.

Hadits Dhoif adalah hadits yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadits shohih atau hadits hasan. Hadits Dhoif banyak macam ragamnya dan mempunyai perbedaan derajat satu sama lain, disebabkan banyak atau sedikitnya syarat-syarat hadits shohih atau hasan yang tidak dipenuhinya.

Syarat-syarat Hadits Shohih

Suatu hadits dapat dinilai shohih apabila telah memenuhi 5 Syarat :

Rawinya bersifat Adil

Sempurna ingatan

Sanadnya tidak terputus

Hadits itu tidak berillat dan

Hadits itu tidak janggal

Arti Adil dalam periwayatan, seorang rawi harus memenuhi 4 syarat untuk dinilai adil, yaitu :

Selalu memelihara perbuatan taat dan menjahui perbuatan maksiat.

Menjauhi dosa-dosa kecil yang dapat menodai agama dan sopan santun.

Tidak melakukan perkara-perkara Mubah yang dapat menggugurkan iman kepada kadar dan mengakibatkan penyesalan.

Tidak mengikuti pendapat salah satu madzhab yang bertentangan dengan dasar Syara’.

Klasifikasi Hadits Dhoif berdasarkan kecacatan perawinya

Hadits Maudhu’: adalah hadits yang diciptakan oleh seorang pendusta yang ciptaan itu mereka katakan bahwa itu adalah sabda Nabi SAW, baik hal itu disengaja maupun tidak.

Hadits Matruk: adalah hadits yang menyendiri dalam periwayatan, yang diriwayatkan oleh orang yang dituduh dusta dalam perhaditsan.

Hadits Munkar: adalah hadits yang menyendiri dalam periwayatan, yang diriwayatkan oleh orang yang banyak kesalahannya, banyak kelengahannya atau jelas kefasiqkannya yang bukan karena dusta. Di dalam satu jurusan jika ada hadits yang diriwayatkan oleh dua hadits lemah yang berlawanan, misal yang satu lemah sanadnya, sedang yang satunya lagi lebih lemah sanadnya, maka yang lemah sanadnya dinamakan hadits Ma’ruf dan yang lebih lemah dinamakan hadits Munkar.

Hadits Mu’allal (Ma’lul, Mu’all): adalah hadits yang tampaknya baik, namun setelah diadakan suatu penelitian dan penyelidikan ternyata ada cacatnya. Hal ini terjadi karena salah sangka dari rawinya dengan menganggap bahwa sanadnya bersambung, padahal tidak. Hal ini hanya bisa diketahui oleh orang-orang yang ahli hadits.

Hadits Mudraj (saduran): adalah hadits yang disadur dengan sesuatu yang bukan hadits atas perkiraan bahwa saduran itu termasuk hadits.

Hadits Maqlub: adalah hadits yang terjadi mukhalafah (menyalahi hadits lain), disebabkan mendahului atau mengakhirkan.

Hadits Mudltharrib: adalah hadits yang menyalahi dengan hadits lain terjadi dengan pergantian pada satu segi yang saling dapat bertahan, dengan tidak ada yang dapat ditarjihkan (dikumpulkan).

Hadits Muharraf: adalah hadits yang menyalahi hadits lain terjadi disebabkan karena perubahan Syakal kata, dengan masih tetapnya bentuk tulisannya.

Hadits Mushahhaf: adalah hadits yang mukhalafahnya karena perubahan titik kata, sedang bentuk tulisannya tidak berubah.

Hadits Mubham: adalah hadits yang didalam matan atau sanadnya terdapat seorang rawi yang tidak dijelaskan apakah ia laki-laki atau perempuan.

Hadits Syadz (kejanggalan): adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang makbul (tsiqah) menyalahi riwayat yang lebih rajih, lantaran mempunyai kelebihan kedlabithan atau banyaknya sanad atau lain sebagainya, dari segi pentarjihan.

Hadits Mukhtalith: adalah hadits yang rawinya buruk hafalannya, disebabkan sudah lanjut usia, tertimpa bahaya, terbakar atau hilang kitab-kitabnya.

Klasifikasi hadits Dhoif berdasarkan gugurnya rawi

Hadits Muallaq: adalah hadits yang gugur (inqitha’) rawinya seorang atau lebih dari awal sanad.

Hadits Mursal: adalah hadits yang gugur dari akhir sanadnya, seseorang setelah tabi’in.

Hadits Mudallas: adalah hadits yang diriwayatkan menurut cara yang diperkirakan, bahwa hadits itu tiada bernoda. Rawi yang berbuat demikian disebut Mudallis.

Hadits Munqathi’: adalah hadits yang gugur rawinya sebelum sahabat, disatu tempat, atau gugur dua orang pada dua tempat dalam keadaan tidak berturut-turut.

Hadits Mu’dlal: adalah hadits yang gugur rawi-rawinya, dua orang atau lebih berturut turut, baik sahabat bersama tabi’in, tabi’in bersama tabi’it tabi’in, maupun dua orang sebelum sahabat dan tabi’in.

Klasifikasi hadits Dhoif berdasarkan sifat matannya

Hadits Mauquf: adalah hadits yang hanya disandarkan kepada sahabat saja, baik yang disandarkan itu perkataan atau perbuatan dan baik sanadnya bersambung atau terputus.

Hadits Maqthu’: adalah perkataan atau perbuatan yang berasal dari seorang tabi’in serta di mauqufkan padanya, baik sanadnya bersambung atau tidak.

Apakah Boleh Berhujjah dengan hadits Dhoif ?

Para ulama sepakat melarang meriwayatkan hadits dhoif yang maudhu’ tanpa menyebutkan kemaudhu’annya. Adapun kalau hadits dhoif itu bukan hadits maudhu’ maka diperselisihkan tentang boleh atau tidaknya diriwayatkan untuk berhujjah. Berikut ini pendapat yang ada yaitu:

Pendapat Pertama Melarang secara mutlak meriwayatkan segala macam hadits dhoif, baik untuk menetapkan hukum, maupun untuk memberi sugesti amalan utama. Pendapat ini dipertahankan oleh Abu Bakar Ibnul ‘Araby.

Pendapat Kedua Membolehkan, kendatipun dengan melepas sanadnya dan tanpa menerangkan sebab-sebab kelemahannya, untuk memberi sugesti, menerangkan keutamaan amal (fadla’ilul a’mal  dan cerita-cerita, bukan untuk menetapkan hukum-hukum syariat, seperti halal dan haram, dan bukan untuk menetapkan aqidah-aqidah).

Para imam seperti Ahmad bin hambal, Abdullah bin al Mubarak berkata: “Apabila kami meriwayatkan hadits tentang halal, haram dan hukum-hukum, kami perkeras sanadnya dan kami kritik rawi-rawinya. Tetapi bila kami meriwayatkan tentang keutamaan, pahala dan siksa kami permudah dan kami perlunak rawi-rawinya.”

Karena itu, Ibnu Hajar Al Asqalany termasuk ahli hadits yang membolehkan berhujjah dengan hadits dhoif untuk fadla’ilul amal. Ia memberikan 3 syarat dalam hal meriwayatkan hadits dhoif, yaitu:

Hadits dhoif itu tidak keterlaluan. Oleh karena itu, untuk hadits-hadits dhoif yang disebabkan rawinya pendusta, tertuduh dusta, dan banyak salah, tidak dapat dibuat hujjah kendatipun untuk fadla’ilul amal.

Dasar amal yang ditunjuk oleh hadits dhoif tersebut, masih dibawah satu dasar yang dibenarkan oleh hadits yang dapat diamalkan (shahih dan hasan)

Dalam mengamalkannya tidak mengitikadkan atau menekankan bahwa hadits tersebut benar-benar bersumber kepada nabi, tetapi tujuan mengamalkannya hanya semata mata untuk ikhtiyath (hati-hati) belaka.
Klasifikasi hadits dari segi sedikit atau banyaknya rawi :

[1] Hadits Mutawatir: adalah suatu hadits hasil tanggapan dari panca indra, yang diriwayatkan oleh sejumlah besar rawi, yang menurut adat kebiasaan mustahil mereka berkumpul dan bersepakat dusta.

Syarat syarat hadits mutawatir

Pewartaan yang disampaikan oleh rawi-rawi tersebut harus berdasarkan tanggapan panca indra. Yakni warta yang mereka sampaikan itu harus benar benar hasil pendengaran atau penglihatan mereka sendiri.

Jumlah rawi-rawinya harus mencapai satu ketentuan yang tidak memungkinkan mereka bersepakat bohong/dusta.

Adanya keseimbangan jumlah antara rawi-rawi dalam lapisan pertama dengan jumlah rawi-rawi pada lapisan berikutnya. Kalau suatu hadits diriwayatkan oleh 5 sahabat maka harus pula diriwayatkan oleh 5 tabi’in demikian seterusnya, bila tidak maka tidak bisa dinamakan hadits mutawatir.

[2] Hadits Ahad: adalah hadits yang tidak memenuhi syarat syarat hadits mutawatir.

Klasifikasi hadits Ahad

Hadits Masyhur: adalah hadits yang diriwayatkan oleh 3 orang rawi atau lebih, serta belum mencapai derajat mutawatir.

Hadits Aziz: adalah hadits yang diriwayatkan oleh 2 orang rawi, walaupun 2 orang rawi tersebut pada satu thabaqah (lapisan) saja, kemudian setelah itu orang-orang meriwayatkannya.

Hadits Gharib: adalah hadits yang dalam sanadnya terdapat seorang yang menyendiri dalam meriwayatkan, dimana saja penyendirian dalam sanad itu terjadi.
Hadits Qudsi atau Hadits Rabbani atau Hadits Ilahi

Adalah sesuatu yang dikabarkan oleh Allah kepada nabiNya dengan melalui ilham atau impian, yang kemudian nabi menyampaikan makna dari ilham atau impian tersebut dengan ungkapan kata beliau sendiri.

Perbedaan Hadits Qudsi dengan hadits Nabawi

Pada hadits qudsi biasanya diberi ciri ciri dengan dibubuhi kalimat-kalimat :

Qala ( yaqalu ) Allahu

Fima yarwihi ‘anillahi Tabaraka wa Ta’ala

Lafadz lafadz lain yang semakna dengan apa yang tersebut diatas.

Perbedaan Hadits Qudsi dengan Al-Qur’an:

Semua lafadz-lafadz Al-Qur’an adalah mukjizat dan mutawatir, sedang hadits qudsi tidak demikian.

Ketentuan hukum yang berlaku bagi Al-Qur’an, tidak berlaku pada hadits qudsi. Seperti larangan menyentuh, membaca pada orang yang berhadats, dll.

Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an memberikan hak pahala kepada pembacanya.

Meriwayatkan Al-Qur’an tidak boleh dengan maknanya saja atau mengganti lafadz sinonimnya, sedang hadits qudsi tidak demikian.
Bid’ah

Yang dimaksud dengan bid’ah ialah sesuatu bentuk ibadah yang dikategorikan dalam menyembah Allah yang Allah sendiri tidak memerintahkannya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam  tidak menyontohkannya, serta para sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam  tidak menyontohkannya.

Kewajiban sebagai seorang muslim adalah mengingatkan amar ma’ruf nahi munkar kepada saudara-saudara seiman yang masih sering mengamalkan amalan-amalan ataupun cara-cara bid’ah.

Alloh berfirman, dalam QS Al-Maidah ayat 3, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” Jadi tidak ada satu halpun yang luput dari penyampaian risalah oleh Nabi. Sehingga jika terdapat hal-hal baru yang berhubungan dengan ibadah, maka itu adalah bid’ah.

“Kulu bid’ah dholalah…” semua bid’ah adalah sesat (dalam masalah ibadah). “Wa dholalatin fin Naar…” dan setiap kesesatan itu adanya dalam neraka.

Beberapa hal seperti speaker, naik pesawat, naik mobil, pakai pasta gigi, tidak dapat dikategorikan sebagai bid’ah. Semua hal ini tidak dapat dikategorikan sebagai bentuk ibadah yang menyembah Allah. Ada tata cara dalam beribadah yang wajib dipenuhi, misalnya dalam hal sembahyang ada ruku, sujud, pembacaan al-Fatihah, tahiyat, dst. Ini semua adalah wajib dan siapa pun yang menciptakan cara baru dalam sembahyang, maka itu adalah bid’ah. Ada tata cara dalam ibadah yang dapat kita ambil hikmahnya. Seperti pada zaman Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menggunakan siwak, maka sekarang menggunakan sikat gigi dan pasta gigi, terkecuali beberapa muslim di Arab, India, dst.

Menemukan hal baru dalam ilmu pengetahuan bukanlah bid’ah, bahkan dapat menjadi ladang amal bagi umat muslim. Banyak muncul hadits-hadits yang bermuara (matannya) kepada hal bid’ah. Dan ini sangat sulit sekali untuk diingatkan kepada para pengamal bid’ah.
Apakah yang menyebabkan timbulnya Hadits-Hadits Palsu?

Didalam Kitab Khulaashah Ilmil Hadits dijelaskan bahwa kabar yang datang pada Hadits ada tiga macam:

Yang wajib dibenarkan (diterima).

Yang wajib ditolak (didustakan, tidak boleh diterima) yaitu Hadits yang diadakan orang mengatasnamakan Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Yang wajib ditangguhkan (tidak boleh diamalkan) dulu sampai jelas penelitian tentang kebenarannya, karena ada dua kemungkinan. Boleh jadi itu adalah ucapan Nabi dan boleh jadi pula itu bukan ucapan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam (dipalsukan atas nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam).

Untuk mengetahui apakah Hadits itu palsu atau tidak, ada beberapa cara, diantaranya:

Atas pengakuan orang yang memalsukannya. Misalnya Imam Bukhari pernah meriwayatkan dalam Kitab Taarikhut Ausath dari ‘Umar bin Shub-bin bin ‘Imran At-Tamiimy sesungguhnya dia pernah berkata, artinya: Aku pernah palsukan khutbah Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Maisaroh bin Abdir Rabbik Al-Farisy pernah mengakui bahwa dia sendiri telah memalsukan Hadits hadits yang berhubung-an dengan Fadhilah Qur’an (Keutamaan Al-Qur’an) lebih dari 70 hadits, yang sekarang banyak diamalkan oleh ahli-ahli Bid’ah. Menurut pengakuan Abu ‘Ishmah Nuh bin Abi Maryam bahwa dia pernah memalsukan dari Ibnu Abbas beberapa Hadits yang hubungannya dengan Fadhilah Qur’an satu Surah demi Surah. (Kitab Al-Baa’itsul Hatsiits).

Dengan memperhatikan dan mempelajari tanda-tanda/qorinah yang lain yang dapat menunjukkan bahwa Hadits itu adalah Palsu. Misalnya dengan melihat dan memperhatikan keadaan dan sifat perawi yang meriwayatkan Hadits itu.

Terdapat ketidaksesuaian makna dari matan (isi cerita) hadits tersebut dengan Al-Qur’an. Hadits tidak pernah bertentangan dengan apa yang ada dalam ayat-ayat Qur’an.

Terdapat kekacauan atau terasa berat didalam susunannya, baik lafadznya ataupun ditinjau dari susunan bahasa dan Nahwunya (grammarnya).

Sebab-sebab terjadi atas timbulnya Hadits-hadits Palsu

Adanya kesengajaan dari pihak lain untuk merusak ajaran Islam. Misalnya dari kaum Orientalis Barat yang sengaja mempelajari Islam untuk tujuan menghancurkan Islam (seperti Snouck Hurgronje).

Untuk menguatkan pendirian atau madzhab suatu golongan tertentu. Umumnya dari golongan Syi’ah, golongan Tareqat, golongan Sufi, para Ahli Bid’ah, orang-orang Zindiq, orang yang menamakan diri mereka Zuhud, golongan Karaamiyah, para Ahli Cerita, dan lain-lain. Semua yang tersebut ini membolehkan untuk meriwayatkan atau mengadakan Hadits-hadits Palsu yang ada hubungannya dengan semua amalan-amalan yang mereka kerjakan. Yang disebut ‘Targhiib’ atau sebagai suatu ancaman yang yang terkenal dengan nama ‘At-Tarhiib’.

Untuk mendekatkan diri kepada Sultan, Raja, Penguasa, Presiden, dan lain-lainnya dengan tujuan mencari kedudukan.

Untuk mencari penghidupan dunia (menjadi mata pencaharian dengan menjual hadits-hadits Palsu).

Untuk menarik perhatian orang sebagaimana yang telah dilakukan oleh para ahli dongeng dan tukang cerita, juru khutbah, dan lain-lainnya.
Hukum meriwayatkan Hadits-hadits Palsu

Secara Muthlaq, meriwayatkan hadits-hadits palsu itu hukumnya haram bagi mereka yang sudah jelas mengetahui bahwa hadits itu palsu.

Bagi mereka yang meriwayatkan dengan tujuan memberi tahu kepada orang bahwa hadits ini adalah palsu (menerangkan kepada mereka sesudah meriwayatkan atau mebacakannya) maka tidak ada dosa atasnya.

Mereka yang tidak tahu sama sekali kemudian meriwayatkannya atau mereka mengamalkan makna hadits tersebut karena tidak tahu, maka tidak ada dosa atasnya. Akan tetapi sesudah mendapatkan penjelasan bahwa riwayat atau hadits yang dia ceritakan atau amalkan itu adalah hadits palsu, maka hendaklah segera dia tinggalkannya, kalau tetap dia amalkan sedang dari jalan atau sanad lain tidak ada sama sekali, maka hukumnya tidak boleh (berdosa – dari Kitab Minhatul Mughiits).

(Sumber Rujukan: Kitab Hadits Dhaif dan Maudhlu – Muhammad Nashruddin Al-Albany;  Kitab Hadits Maudhlu –  Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah; Kitab Mengenal Hadits Maudhlu – Muhammad bin Ali Asy-Syaukaaniy; Kitab Kalimat-kalimat Thoyiib – Ibnu Taimiyah (tahqiq oleh Muhammad Nashruddin Al-Albany);  Kitab Mushtholahul Hadits –  A. Hassan)

Sumber: http://mediaislam.fisikateknik.org


.:: HaditsWeb ::.

Categories: Pengetahuan Agama

Futsal

December 6, 2009 Leave a comment

Sebagai pelatih, pemain ataupun penonton haruslah mengetahui peraturan permainan futsal. Beberapa hal yang perlu kita ketahui adalah :

Lapangan Permainan :

- panjang    : maksimum = 42 m minimum = 38 m

- lebar         : maksimum = 22 m minimum = 18 m

- gawang     : tinggi = 2 m lebar = 3 m

permukaan lapangan harus rata, mulus dan tidak licin. disarankan penggunaan dari kayu atau lantai parket.

Bola  : terbuat dari kulit atau bahan lainnya, berdiameter 62 cm – 64 cm dan daya pantul minimum 55 cm dan maksimum 65 cm.

Jumlah pemain : terdiri dari lima orang tiap-tiap tim, termasuk penjaga gawang, jumlah pemain cadangan tujuh orang, dan jumlah penggantian maksimum tujuh orang pemain.

Categories: Pengetahuan Olahraga

Pencarian dengan Google

December 6, 2009 Leave a comment

Banyak sekali website yang berguguran d eng an memanfaatkan pencarian pada Google untuk

menemukan tar getnya. Seperti Worm Santy yang melakukan defacing secara massal dengan

memanfaatkan Google. Dalam hitungan hari ribuan website tampilan utamanya berubah.

Tulisan ini dibuat untuk memahami bagaimana melakukan pencarian yang baik dengan menggunakan

Google. Pada bagian akhir juga terdapat trik-trik dan keyword yang sering digunakan untuk melakukan

pencarian file dan juga bagaimana mencari target dengan memanfaatkan Google.

— 01 // Penggunaan Dasar ———————————————–

- Google tidak “case sensitive”.

Keyw ord: linux = LINUX = LiNuX

Akan menghasilkan hal yang sama

- AND: Secara Default Google menggunakan keyword and.

Keyw ord: menjadi hacker

Hasilnya pencarian akan mengandung kata “menjadi” dan “hacker”

- OR: Digunakan untuk menemukan halaman yang  setidaknya berisi salah

satu dari keyword. Note: OR dituliskan dengan huruf besar semua.

Keyw ord: hacker OR crac ker

Hasilnya pencarian akan mengandung kata “hacker” atau “crac ker”

- +: Google akan mengabaikan penc arian dengan kata- kata umum seperti

“how” d an “w here”. Jika kata-kata umum ini begitu penting, and a

bisa menambahkan “+” didepan keyword tersebut.

Keyw ord: hacker how        ==> Kata “how” akan diabaikan

Keyw ord: hacker +how      ==>  Kata “how ” akan diikutsertakan

- – : Tanda minus “-” bisa digunakan untuk mengecualikan kata-kata

tertentu dalam pencarian. Misal kita ingin menc ari kata

“linus tanpa linux”, kita bisa menggunakan “linus -linux”

- *: Google tidak mendukung pencarian * sebagai pengganti huruf.

Misalkan kita ingin mencari dengan kata depan menja*

Google tidak mencari kata “menjamu”, “menjadi”, “menjalar”, dll

Google akan menghasilkan pencar ian hanya yang mengandung  kata

“menja”.

Tetapi google mend ukung  penggunaan * dalam pencarian kalimat.

Keyw ord: “menjad i * hacker”

Hasilnya pencarian dapat meng hasilkan “menjadi seorang hac ker”,

“menjadi white hacker”, dll.

- “”: Dapat digunakan untuk mencari kata yg lengkap.

Keyw ord: “menjad i hacker”

Hasilnya pencarian akan mengandung kata “menjadi hacker”

- ?:  Dapat dig unakan untuk mencari pada direktori Google

Keyw ord: ?intitle:index.of? mp3

— 02 // Operator Spesial ———————————————–

– Contoh hasil pencarian –

Google                                                          –> Judul

… Language Tools. Ways to help  with tsunami relief         \

Advertising Programs – About Google ©2005 Google –        >  Deskripsi

Searching 8,058,044,651 web pag es.                            /

www.google.com/ -  3k – 5 Jan 2005                     –> URL

– Contoh hasil pencarian –

- intitle: Untuk mencari kata-kata dari judul suatu halaman web.

Keyw ord: intitle:Ad min Administrasi

Keyw ord ters ebut akan mencari judul halaman “Admin” dengan

deskripsi “Administrasi”

- allintitle: Untuk mencari kata-kata dari judul halaman web

secara lengkap .

Keyw ord: allintitle:Admin Administrasi

Keyw ord ters ebut akan mencari judul halaman yang mengandung

kata “Admin” dan “Administrasi”

- inurl: Digunakan untuk mencari semua URL yang berisi kata-kata

tertentu.

Keyw ord: inurl:Admin Administrasi

Keyw ord ters ebut akan mencari URL yang mengandung kata “Admin”

dengan deskripsi “Administrasi”

- allinurl: Digunakan untuk mencari semua URL yang berisi kata-kata

tertentu.

Keyw ord: allinurl:Ad min Ad ministrasi

Keyw ord ters ebut akan mencari URL yang mengandung kata “Admin”

dan “Administrasi”

- site: Untuk mencar i d alam suatu situs tertentu saja

Keyw ord: site:echo.or.id

E C H O E – Z I N E I s s  u e # 1 0

Semua pencarian hanya berdasarkan site “echo.or.id”

- cache: Ketika Googlebot meng indeks suatu situs, google akan

mengambil snapshot dari semua halaman yang telah terindeks.

Operator ini membantu melihat halaman-halaman yang telah

dicache.

Keyw ord: cache:echo.or.id

Misalkan site aslinya sudah tidak aktif, anda tetap dapat melihatnya

pada snapshot/cache yang disimpan oleh Google.

- define: Operator  ini digunakan untuk mencari definisi dari frasa

tertentu. Semua kata yang diketik setelah operator ini akan

diperlakukan sebagai satu frasa.

Keyw ord: define:hacker

- filetype: Jika kita mencari jenis file tertentu yang berisi informasi

yang anda inginkan kita b isa menggunakan operator ini.

Keyw ord: “hacker” filetype:pdf

Sampai tulisan ini dibuat google support tipe file

# Adobe Portable Document Format (pdf)

# Adobe PostScrip t (ps)

# Lotus 1-2-3 (w k1, wk2, wk3, wk4, wk5, w ki, wks, wku)

# Lotus WordPro (lwp)

# MacWr ite (mw )

# Microsoft Exc el (xls)

# Microsoft PowerPoint (ppt)

# Microsoft Word (doc)

# Microsoft Works (wks, wps, wdb)

# Microsoft Write (wri)

# Rich Text Format (rtf)

# Shockwave Flash (swf)

# Text (ans, txt)

Ref: http://www .google.com/help/faq_filetypes.html

- link: Untuk mencari tahu berapa banyak link ke suatu situs, kita bisa

menggunakan operator link.

Keyw ord: link:www.google.com

- related: Untuk menc ari halaman yang isinya mirip dengan URL tertentu.

Keyw ord: related :www.google.com

— 03 // Manipulasi URL Google ——————————————

> And bisa mengganti interfac e google dengan mengganti variabel hl

(default google hl= en => bahasa inggris)

Misalkan kita mengubah interface-nya menjad i bahasa Indonesia.

Ex:

http://www.g oog le.com/search?hl=en&lr=&q= site%3Aecho.or.id&btnG=Search

Hasil modifikasi URL

http://www.g oog le.com/search?hl=id&lr=&q=site%3Aecho.or.id&btnG=Search

> Anda dapat mengganti hasil pencarian hanya pada bahasa tertentu. Hal ini

dilakukan dengan modifikasi variabel lr.

(default google lr=lang_en => bahasa inggris )

Misalkan kita hasil pencarian hanya bahasa Indonesia.

Ex:

http://www.g oog le.com/search?hl=en&lr=&q= site%3Aecho.or.id&btnG=Search

Hasil modifikasi URL

http://www.g oog le.com/search?hl=en&lr=lang_id&q= site%3Aecho.or.id&btnG=Search

> Secara default google akan menampilkan 10 site perhalaman. Anda dapat

mengubahnya secara langsung melalui URL-nya, dengan menambahkan variabel

num pad a URL :D

Penggunaan num antara 1-100

Ex:

http://www.g oog le.com/search?hl=en&lr=&q= site%3Aecho.or.id&btnG=Search

Hasil modifikasi URL

http://www.g oog le.com/search?num=100&hl=en&lr=&q=site%3Aecho.or.id &btnG=Search

> as_qdr=mx: merupakan variabel lainnya yang dapat digunakan. Variabel ini

dig unakan menentukan hasil berdasarkan bulan. x antara 1-12

Ex:

http://www.g oog le.com/search?hl=en&lr=&q= site%3Aecho.or.id&btnG=Search

Hasil modifikasi URL

http://www.g oog le.com/search?hl=en&lr=&as_qdr=m1&q=site%3Aecho.or.id&btnG=Sear ch

> safe=off: arti dari variabel ini filter “SafeSearch” dimatikan. “SafeSearc h”

untuk memfilter hasil pencarian sexual.

Dengan pengetahuan d i atas anda dapat membuat sendiri form Google di komputer

sendiri. Sehingga tidak p erlu lagi mengunjungi http://w ww.google.com terlebih

dahulu (kecuali anda menggunakan b rw oser yang support google secara built -in

atau menggunakan Google Toolbar). Dengan melakukan ini kita bisa menghemat

bandwidth ke luar negeri :D

Karena bandwidth di Indones ia mahal ……..

Contoh script goog le.html leng kap d eng an varabielnya.

— BOF google.html — -

<form action=”http://w ww.google.com/search”>

Variabel num: <input value=10>< br>

Variabel hl: <input value=en><br>

Variabel lr: <input value=lang_id>< br>

Variabel as_qdr: <input value=m12><br>

Variabel safe: <input value=off> <br>

<input maxLength= 256 size=55 value= “”><b r>

<input value= “Google Search” name=btnG>

</form>

Page 5 of 6

E C H O E – Z I N E I s s  u e # 1 0

Anda tinggal menghilangkan Var iabel yang tidak anda inginkan atau

menambahkan apap un disana. Semuanya ter serah kepada anda :D

Berikut merup akan script default pencar ian google.

— BOF google.html — -

<form action=”http://w ww.google.com/search” name=f>

<input maxLength= 256 size=55 value= “”><b r>

<input value= “Google Search” name=btnG>

</form>

— EOF goog le.html —

Google masih terus dikembangkan. Untuk melihat apa yang sedang

dikembangkan Google. Anda bisa ke http://labs.google.com

— 04 // Tips & Tricks —- — — — — — — — — ———————-

Dari dasar-dasar dan spesial operator tersebut anda bisa mencampurkan

operator-operator tersebut.

Ex:

- Keyword: site:echo.or.id , menghasilkan semua site echo.or.id. Kemudian

anda bisa mencoba keyword: site:echo.or.id hacker, akan meng hasilkan

semua site echo.or.id yang mengandung kata hacker.

Kita juga dapat melakukan pencarian secara spesifik melalui google.

Untuk melakukannya anda dapat ke site berikut:

- http://ww w.google.com/bsd

- http://ww w.google.com/mac

- http://ww w.google.com/linux

- http://ww w.google.com/microsoft

- http://ww w.google.com/univ/education

Berbagai trik keyword pada Goog le:

parent directory books -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5sums

parent directory /appz/ -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5sums

parent directory DVDRip -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5sums

parent directory video -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5s ums

parent directory Gamez -xxx -html -htm -php  -shtml -opendivx -md5 -md5sums

parent directory MP3 -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx – md5 -md5sums

intitle:index of intitle:mp3 -html -htm name size

intitle:index of intitle:video -html -htm name size

intitle:index of intitle:cgi-bin passwd -html -htm name size

intitle:index of intitle:cgi-bin password -html -htm name size

inurl:”admin.md b” -html

inurl:”password.mdb” -html

inurl:”data.mdb” -html

“php MyAdmin” “running on” inur l:”main.php “

intitle:”PHP Shell” “Enable stderr” php

Masih banyak lag i keyword yang bisa ditemukan disini [5] :D

— 05 // Referensi ——————————————————

[1] http://www.google.com/help/basic s.html

[2] http://www.google.com/help/features.html

[3] http://www.google.com/help/refinesearch.html

[4] http://www.google.com/help/interpret.html

[5] http://johnny.ihackstuff.com/

[6] O’Reilly – Goog le Hac ks

— 06 // Greetz ———————————————————

Komunitas newbie_hacker

Komunitas jasakom-perjuangan

Categories: Pengetahuan Komputer

==JARINGAN ==

December 6, 2009 Leave a comment

Online @ www.echo.orid :: http://ezine.echo.or.id

==JARINGAN < SOAL >==

[quote]  Question from http://konsultanlinux.com

Authored by: Anonymous on Friday, October 24 2003 @ 10:31 AM PDT

loha mas/Pak tanya dunk saya ada studi kasus ne. Misal saya punya suatu  kantor pada satu gedun g

dengan 4  lantai.dengan koneksi DSL 128 Kbps untuk internet, terkoneksi ke 2 server yaitu  mail dan

proxy.Lantai 1 -4 masing -masing mempunyai 2  ruangan yg tiap ruangannya berisi 25 client dan  semua

lantai akan menggunakan

koneksi internet dari Proxy server bagaimana konfigur asi IP-nya dan  hardware apa saja  yg

dibutuhkan ???

Itu saja de Thanx berat kalo bisa jawab

[/quote]

—Akan coba dijawab– –

- Jawaban akan terlepas dari penggunaan Os pada client && server serta bagaimana

mengkonfigurasikannya serta software yang digunakannya.

- Jawaban merupakan pendapat pribadi,yang berarti masih banyak jawaban lainnya yang kemungkinan

lebih baik.

- Jawaban Hanya membahas konfigurasi hardware jaringan dan jaringan

- Jawaban dijawab dengan Konfigurasi Minimal  dan Pengunaan Hardware yang juga minimal

(e.k.o.n.o.m.i.s)

=======================================================================

Analisa  Masalah:

1 Gedung dengan  4 lantai, koneksi DSL 128 KBps,

2 Buah Server : mailserver  dan proxy server

1-4 lantai masing2 berisi 2 ruangan berarti total 8 ruangan

1 ruangan  25 client ;jumlah pc = 25 x 8 = 200

terdapat 200  buah PC  yang akan terkoneksi ke proxy;

KONFIGURASI HARDWARE && KONFIGURASI IP:

HARDWARE :

- tiap pc sudah terkonfigurasi untuk jar ingan (memiliki NIC)

- 1 buah hub 8 titik ( x)

- 9 buah hub/switch 24 titik ( A .. I ) (disarankan switch ;

minimal pakai yang un-managable switch )

- kabel UTP kategori 5 secukupnya +konektor Rj 45

- Peralatan Jaringan (tools  dsb)

IP dan Subnetting

1 kelas,  tanpa  perbedaan subnet mask;

jumlah client masih mencukupi untuk menggunakan 1 kelas gunakan ip kelas c,dengan jumlah

maxsimum host = 254

IP=192.168.0.x deng an default subnet  mask 255.255.255.0

berarti terdapat rentang ip dari 192.168.0.1-192.168.0.255

ip 192.168.0.0 dan  192.168.0.255 tidak digunakan

berarti tersisa 254 ip dar i 192.168.0.1 -192.168.0.254

yaitu:

2 buah server : proxy : 192.168.0.1

mail : 192. 168.0. 2

200 pc : 192. 168.0. 3 -192.168. 0.202

sisa ip :  192.168. 0.203 -192.168.0.254 (52 buah)

*dapat dicadangkan  atau di tutup untuk

keamanan.

*switch 24 port : untuk 23 ip (dengan catatan switch biasanya

tidak menyediakan up-link/daisy-chain)

PEMB AGIAN IP:

lantai 1  ruangan 1 = gunakan switch A ( 24)

25 pc :

23 pc gunakan ip 192.168.0.3 – 192.168.0.25 ke switch A

2 pc terhubung ke switch I = (192.168.0.187; 188)

lantai 1  ruangan 2 = gunakan switch B (24)

25 pc :

23 pc gunakan ip 192.168.0.26 – 192.168.0.48 ke switch A

2 pc terhubung ke switch I = (192.168.0.189; 190)

lantai 2  ruangan 1 = gunakan switch C (24)

25 pc :

23 pc gunakan ip 192.168.0.49 – 192.168.0.71 ke switch A

2 pc terhubung ke switch I = (192.168.0.191; 192)

lantai 2  ruangan 2 = gunakan switch D ( 24)

25 pc :

23 pc gunakan ip 192.168.0.72 – 192.168.0.94 ke switch A

2 pc terhubung ke switch I = (192.168.0.193; 194)

lantai 3  ruangan 1 = gunakan switch E (24)

25 pc :

23 pc gunakan ip 192.168.0.95 – 192.168.0.117 ke switch A

2 pc terhubung ke switch I = (192.168.0.195; 196)

lantai 3  ruangan 2 = gunakan switch F  (24)

25 pc :

23 pc gunakan ip 192.168.0.118 – 192.168.0.140 ke switch A

2 pc terhubung ke switch I = (192.168.0.197; 198)

lantai 4  ruangan 1 = gunakan switch G ( 24)

25 pc :

23 pc gunakan ip 192.168.0.141 – 192.168.0.163 ke switch A

2 pc terhubung ke switch I = (192.168.0.199; 200)

lantai 4  ruangan 2 = gunakan switch H ( 24)

25 pc :

23 pc gunakan ip 192.168.0.164 – 192.168.0.186 ke switch A

2 pc terhubung ke switch I = (192.168.0.201; 202)

Switch (I)

-kabel up dari tiap switch yaitu dari switch A,B ,C, D,E, F,G,H

di hubungkan  ke hub (x), uplinknya di hubungkan ke switch I

(catatan : hub memiliki up link /  daisy chain)

-16 buah ip dari semua lantai

-2 buah ip server

24 = terpakai 19 titik,  tersisa 5 titik

ILUSTRASI:

internet

|

| 192.168.0.x

| DSl 128 KBps

| [ switch I ]

| |||||||||||||||||||

proxy —————–+|||||||||||||||||+—–(192.168.0.187)

||||||||||||||||+—-(192.168.0.188)

|||||||||||||||+—- (192.168.0.189)

mailserver– — — — — +|||||||||||||+—-(192.168.0.190)

(all switch) hubx——–+|||||||||||+—-(192.168.0.191)

(192.168.0.198)+|||||||||+—-(192.168.0.192)

(192.168.0.199)+|||||||+—-(192.168.0.193)

(192.168.0.200)+|||||+—- (192.168.0.194)

(192.168.0.201)+|||+—- (192.168.0.195)

(192.168.0.202)+|+—-(192.168.0.196)

+—- (192.168.0.197)

Konfigurasi lainnya:

Arahkan gateway di  setiap client menuju ip proxy : 192.168.0.1

Name server / DNS : 192. 168.0.1

Dengan default subnet 255.255.255.0

CATATAN:

Kelemahan:

1. client dan server memiliki  ip dengan subnet yang sama :192.168.0.x yang berarti  client dapat bebas

karena setingkat dengan server

>< diatur  policynya pada firewall yang terdapat d i proxy

2. jarak yang ‘relatif’ jauh bagi 16 titik ip yang langsung terhubung dengan switch I yang otomatis

(disarankan) ter letak di dekat server(bisa dilantai teratas atau lantai paling  bawah)

3. Penggunaan Hub pada 8 switch lainnya dpat memperlambat kecepatankoneksi pc client yang

menggunakannya (bisa di ganti dengan switch)

4. Penggunaan Kelas C dengan  subnet 255.255.255.0 menyulitkan tambahan client dalam jumlah besar.

mampu menangani client berjumlah 254.

Kelebihan:

1. Lebih mudah , karena  penggunaan satu subnet yang sama 255.255.255.0

sehingga  tidak memerlukan router/pc router yang bertugas menghubung kan subnet yang berbeda.

2. Mudah dalam Pengaturan dan pembagian IP

3. Ekonomis.  (pendapat pribadi nih :P )

EOF :

*greetz to:

[echostaff a.k.a  moby, the_day, comex ,z3r0byt3 ,netrat] && puji_tiwili*

anak2 newbie_hacker,$the community,$peci@l temen2 seperjuangan

kritik &&  sar an kirimkan ke y3dips [at]echo.or.id

artikel  ini termasuk ar tikel berlisensi GPL

11/29/2009

http://ez-r03-y3dips-jaringan3 -soal.htm/

.

Categories: Pengetahuan Komputer

Memahami Serangan Denial of Service

December 6, 2009 Leave a comment

Memahami Serangan Denial of Service

October 10th, 2009 By Rizki WicaksonocloseAuthor: Rizki Wicaksono Name: Rizki Wicaksono
Email: rizki@ilmuhacking.com
Site: http://www.ilmuhacking.com
About: See Authors Posts (34)

Dalam artikel ini saya akan menjelaskan mengenai jenis serangan yang bisa dikatakan tidak ada obatnya, yaitu denial of service atau DoS. Bila serangan DoS ini dilakukan secara beramai-ramai dan terorganisir dengan baik, maka akan menghasilkan kerusakan yang dahsyat dan sanggup melumpuhkan situs-situs populer seperti twitter.com dan metasploit.com.

Apa itu DoS

Denial of service adalah jenis serangan yang tujuannya adalah mencegah pengguna yang sesungguhnya menikmati layanan yang diberikan server. Server sesuai namanya adalah pelayan yang harus selalu siap melayani permintaan pengguna, yang umumnya beroperasi 24 jam tanpa henti. Contohnya adalah web server yang bertugas melayani pengunjung web menyediakan informasi dalam bentuk halaman html. Dalam kondisi normal, pengunjung dapat meminta resource dari web server untuk ditampilkan dalam browsernya, namun bila web server terkena serangan DoS maka pengunjung tidak bisa menikmati layanan web server.

Secara umum ada 2 cara melakukan serangan DoS:

  1. Mematikan Server
  2. Menyibukkan Server
  • Tanpa bug/vulnerability
  • Meng-exploit bug/vulnerability

DoS dengan Mematikan Server: Kill Them!

Anda pernah mengalami ingin memakai telepon umum atau ATM namun tidak bisa karena di mesin tersebut ditempel kertas berisi pesan “Out of Service” atau “Sedang dalam perbaikan”. Telepon umum adalah target serangan DoS yang biasa terjadi, dimana-mana kita menemukan telpon umum yang rusak karena serangan DoS seperti membanting gagang telpon, mencabut kabel, memecahkan LCD dan aksi-aksi lainnya.

Tujuan serangan ini adalah membuat server shutdown, reboot, crash, “not responding”. Jadi serangan ini menghasilkan kerusakan yang sifatnya persisten artinya kondisi DoS akan tetap terjadi walaupun attacker sudah berhenti menyerang, server baru normal kembali setelah di-restart/reboot.

Bagaimana cara serangan DoS ini dilakukan? Serangan ini dilakukan dengan meng-exploit bug/vulnerability pada server. Kata kunci pada vulnerability jenis ini biasanya adalah “specially/carefully crafted packet/request”, yang artinya paket yang dirancang khusus. Kenapa dirancang khusus? Sebab dalam paket itu mengandung  sifat tertentu yang membuat server mati ketika mengolah paket khusus itu.

Mari kita perhatikan beberapa contoh vulnerability yang berakibat pada DoS attack:

Ini adalah jenis bug yang sudah sangat tua. Praktis sudah tidak ada lagi sistem yang vulnerable terhadap bug ini. Bug ini bila diexploit akan membuat server crash, freeze atau reboot. Serangan ini dilakukan dengan mengirimkan “specially crafted” paket berupa oversized ICMP packet, yaitu paket yang ukurannya di atas normal. Ketika server menerima dan memproses paket yang “aneh” ini, maka server akan crash, freeze atau reboot. Ini adalah contoh serangan DoS “one shot one kill” karena bisa merusak server hanya dengan satu tembakan saja.

Bug ini akan membuat mysql server menjadi crash hanya dengan mengirim sql khusus yang mengandung fungsi IF() contohnya: “SELECT id from example WHERE id IN(1, (SELECT IF(1=0,1,2/0)))”. Ini juga jenis serangan “one shot one kill”.

  • Cisco Global Site Selector DNS Request Denial of Service (SA33429)

Bug ini membuat DNS server Cisco mati dengan mengirimkan beberapa “specially crafted” paket request DNS dalam urutan tertentu.

Tiga contoh di atas kiranya cukup memberikan gambaran tentang bagaimana serangan DoS jenis ini dilakukan. Pada intinya adalah attacker memanfaatkan (baca:mengexploit) bug yang membuat server berhenti bekerja dan biasanya dilakukan sendirian secara remote dengan mengirimkan specially crafted packet.

DoS dengan Menyibukkan Server: Make Them As Busy As Possible!

Pada waktu menjelang lebaran kita sering merasa begitu sulit mengirim sms, bahkan sering terjadi gagal kirim. Begitu juga ketika berlangsung acara kuis di TV, mengelpon ke nomor untuk menjawab kuis terasa begitu sulit.  Hal ini terjadi karena ada begitu banyak orang yang mengirim sms pada saat lebaran dan menelpon pada waktu kuis sehingga membuat jaringan telekomunikasi menjadi begitu sibuk sampai tidak bisa melayani pengguna lain. Peristiwa itu mirip dengan yang terjadi ketika sebuah server mendapat serangan denial of service. DoS yang terjadi pada peristiwa tersebut bukan jenis DoS yang mematikan server, namun jenis DoS yang menyibukkan server.

Jenis DoS ini bersifat sementara, server akan kembali normal bila attacker berhenti mengirimkan request yang membuat sibuk server.

DoS jenis ini terbagi lagi menjadi 2 jenis berdasarkan cara melakukan serangan:

  • Exploiting vulnerability: Menyerang dengan malicious request/packet
  • No vulnerability exploitation: Menyerang dengan normal request/packet

Membuat server sibuk dengan mengexploitasi vulnerability lebih cepat daripada tanpa mengeksploit vulnerability.

Make Server Busy by Exploiting Vulnerability

Dalam serangan DoS jenis ini, attacker memanfatkan bug yang membuat server berlebihan dalam menggunakan resource (cpu,memory,disk space dsb). Attacker akan mencari cara bagaimana agar membuat server bekerja ekstra keras (jauh lebih keras dari request normal) untuk melayani request dia. Biasanya serangan DoS jenis ini tidak berupa serangan “one shot one kill”. Serangan dilakukan dengan melakukan banyak request dengan setiap request membuat server mengonsumsi lebih banyak resource dari request yang normal.

Dalam hitungan matematika sederhana, bila attacker bisa membuat server bekerja selama 10 detik  hanya untuk melayani dia (misal normalnya 0,1 detik), maka attacker bisa mengirimkan request 1.000x untuk membuat server melayani dia selama 10.000 detik (2,7 jam lebih) sehingga membuat pengguna lain tidak bisa menikmati layanan server.

Untuk lebih memahami DoS jenis ini, mari kita lihat contoh-contoh vulnerability yang bisa diexploit untuk melancarkan serangan DoS jenis ini:

Ini adalah serangan DoS yang sudah sangat tua. Attacker menyerang dengan cara membanjiri server dengan malicious request berupa paket SYN dengan fake source IP address. SYN packet adalah paket dari client yang mengawali terbentuknya koneksi TCP/IP, setelah itu server akan membalas dengan SYN-ACK, dan dilengkapi dengan paket SYN-ACK-ACK dari client, tiga proses ini disebut three way handshake.

Triknya adalah pada fake source ip address pada paket SYN dari client. Akibatnya server akan mengirim SYN-ACK (step 2) ke ip address yang salah sehingga server juga tidak akan mendapatkan balasan SYN-ACK-ACK dari client. Padahal untuk setiap client yang mencoba membuka koneksi, server akan mengalokasikan resource seperti memori dan waktu untuk menunggu datangnya balasan ACK dari client. Dengan cara ini attacker menghabiskan resource server hanya untuk melayani request palsu dari attacker.

Apache menggunakan mod_deflate untuk memampatkan file. Bila visitor meminta sebuah file, maka apache akan menggunakan mod_deflate untuk memampatkannya kemudian mengirimkan ke visitor tersebut. Namun bila di tengah proses pemampatan, visitor memutuskan koneksi TCP, Apache masih terus bekerja memampatkan file untuk visitor yang sebenarnya sudah tidak ada (sudah disconnect). Jadi bugnya adalah pada borosnya pemakaian resource cpu untuk memampatkan file untuk client yang sudah tidak ada.

Attacker memanfaatkan kelemahan ini dengan meminta sebuah file yang berukuran besar, kemudian dalam waktu singkat memutuskan koneksi sehingga membuat server bekerja keras mempatkan file untuk visitor yang sudah tidak ada. Request ini diulang berkali-kali sampai server begitu sibuknya dan semua resource cpu habis.

Dua contoh vulnerability di atas cukup menjelaskan bagaimana serangan DoS jenis ini dilakukan. Pada intinya adalah dengan mengirim banyak malicious request/paket  yang membuat server mengonsumsi resource lebih banyak dan lebih lama untuk setiap requestnya.

Make Server Busy Without Exploiting Vulnerability

Ini adalah jenis serangan yang mengandalkan pada kemampuan mengirimkan normal request sebanyak-banyaknya sehingga server menjadi sibuk. Perbedaan DoS jenis ini dengan DoS yang mengexploit vulnerability adalah pada requestnya. Request yang dikirimkan pada DoS jenis ini adalah request yang normal seperti yang dilakukan pengguna biasa, sehingga server tidak mengonsumsi resource berlebihan. Sedangkan DoS yang mengandalkan vulnerability mengirimkan specially crafted malicious request untuk membuat server mengonsumsi resource lebih banyak untuk melayani malicious request tersebut.

Normal request hanya membuat server mengonsumsi resource dalam jumlah biasa-biasa saja, tidak akan mengganggu kerja server secara keseluruhan. Diperlukan normal request dalam jumlah yang sangat banyak untuk membuat server terganggu kerjanya. Jadi agar serangan ini menjadi efektif, maka serangan harus dilakukan beramai-ramai dari banyak tempat, semakin banyak penyerang semakin bagus hasilnya. Serangan ini juga disebut dengan distributed DoS (DDoS) karena dilakukan dari banyak lokasi yang terdistribusi (tersebar).

Serangan DDoS dilakukan dengan menggunakan komputer zombie atau robot. Zombie adalah komputer yang sudah dikuasai attacker sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh. Sekumpulan komputer zombie membentuk jaringan yang disebut bot-net. Attacker mendapatkan banyak zombie dengan menyebarkan virus atau worm, setiap komputer yang terinfeksi akan diinstall program yang membuat komputer bersedia menjalankan perintah dari attacker.

Courtesy of: www.dos-attack.net

Gambar di atas menjelaskan cara kerja DDoS. Attacker memberi perintah kepada semua pasukannya untuk membuat request HTTP ke sebuah website. Bila pasukan yang dikuasai attacker sangat besar, maka web server akan dibanjiri request sehingga menjadi terlalu sibuk dan tidak bisa diakses oleh pengguna yang sebenarnya (real visitor).

Serangan jenis ini tidak ada obatnya karena attacker tidak meng-exploit bug atau vulnerability apapun. Bila pada jenis DoS yang lain, serangan dapat dicegah dengan melakukan patching atau update software, maka serangan ini tidak bisa dihentikan dengan update atau patch.

Kesimpulan

Denial of service adalah serangan yang membuat server tidak bisa melayani pengguna yang sesungguhnya. Berikut adalah jenis-jenis serangan DoS berdasarkan cara melakukan serangan:

  • Mematikan Server: one shot, one kill untuk membuat server menjadi crash, hang, reboot.
  • Menyibukkan Server: mengirim banyak sekali request untuk membuat server sibuk.
    • Exploiting bug: mengirim banyak specially crafted request. Jumlah request tidak sebanyak jenis DoS yang menyibukkan server dengan normal request.
    • Normal request: mengirim banyak request normal seperti pengguna biasa. Diperlukan jumlah request yang lebih banyak dibandingkan jenis DoS yang menyibukkan server dengan exploit bug. Biasanya menggunakan botnet secara terdistribusi.

Categories: Pengetahuan Komputer
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.